” KONSER LADY GAGA ADALAH INVASI KEBUDAYAAN ? “

Mimpi atau khayalan-nya orang Genius berdampak berlipat-lipat kali dari pada tindakan seorang Penguasa, Barangkali kalimat itu layak kita renungkan kembali. Kita tahu dari gagasan Evolosinya Charles Darwin akan melahirkan reaksi berantai diantaranya Revolosi kebudayaan, Kolonialisme, Imperialisme dan lain-lain, Bukan hanya sekedar polemik tentang Asal-usul manusia yang tidak pernah berujung di dunia sains maupun agama.
Hingar-bingar berita tentang rencana konser Lady Gaga di Indonesia, sebenarnya hanya letupan kecil saja dari efek gagasan Darwinisme, yang jika dirunut ke atas kita akan melihat adanya faham liberalisme, Skularisme, Hedonisme dan isme-ieme yang lain yang di sebagian kepala orang Indonesia artinya cenderung nigatif ( Liberalisme di Indinesia artinya juga kacau balau )
Kelompok yang menolak kedatangan Lady Gaga di Indonesia, mengemukakan argumen antara lain :
1. Aksi panggung Lady Gaga termasuk dalam Pornoaksi
Dengan penampilan-penampilan yang ditunjukkan Lady gaga selama ini, dengan mode kostum yang serba terbuka, koreografi yang dianggap mesum ( erotis ), Sangat tidak pantas di tampilkan di depan masyarakat di negeri ini, ( ada yang menyebut tarian setan ) dimana masyarakatnya menjunjung nilai-nilai moral, agama dan budaya yang konon dianggap adiluhung.
2. Syair-syair Lady Gaga berisi tentang ajaran / ajakan sesat
Syair-syair dari lagu Lady Gaga banyak berisi tentang pemberontakan tentang tata nilai yang sudah dianggap pakem / mapan oleh sebagian masyarakat yang konservatif ( bukan hanya Islam atau Indonesia )
3. Lady Gaga adalah icon dari budaya barat
Bagi sebagian orang Indonesia semua kebudayaan yang datangnya dari barat adalah : salah, jelek, dan tidak pantas untuk diadopsi atau dimodofikasi di Indonesia ( ini bukan lelucon )
Kelompok yang setuju dengan kedatangan Lady Gaga, mengemukakan alasan antara lain :
1. Tidak seorangpun yang berhak mengatakan bahwa Aksi panggung Lady Gaga adalah Pornoaksi, Mereka sering membandingkan dengan koreografi tari-tari tradisional yang ada di Indonesia seperti tari Tayub, Ronggeng sampai pentas dangdut koplo ala kampung yang dengan mudah di download di Internet.
2. Syair-syair Lady Gaga belum tentu menyesatkan
Syair-syair ( tulisan ) yang disampaikan dalam bentuk karya sastra / seni dapat menimbulkan multi tapsir, seperti kasus pada uacapan John Lennon dari The Beatles tentang Yesus.
3. Penampilan artis-artis sebelum Lady Gaga tidak ada masalah
Banyak artis-artis yang tidak kalah kontrvesial sebelum Lady gaga di Indonesi di ondonesia tidak ada masalah sebut saja Mariah Cheri atau Alanis morisset(?)
Bagaimana kita bersikap dan apa yang harus kita lakukan ?
Dari sekian kelompok Islam yang ada di Indonesia, mungkin golongan NU adalah kelompok paling santai/ moderat ( sebagain mengartikan kelewatan ), dalam menghadapi kedatangan budaya-budaya baru / aneh di Indonesia, bukan hanya itu orang-orang yang dianggap nyelenehpun justru banyak yang lahir dari golongan NU, misalnya Gus Dur, Gus Mus, Ulil Abshar abdallah, Cak Nun, Cak Nur , Kang Shobari ( dua yang terahir secara administratif bukan NU hehehe… maaf
Pendapat ketua PB NU tentang rencana kedatangan Lady Gaga, “ Mau ada satu atau Seribu Lady Gaga di Indonesia warga NU tidak ada masalah “ tidak akan mengganggu orang NU untuk beribadah, gitu saja kok repot..!
Invasi Kebudayaan
Jika kita ditanya, Mana yang dampaknya lebih besar , Invasi militer atau Invasi Kebudayaan ? Saya kira semua setuju bahwa invasi kebudayaan memiliki dampak yang jauh lebih luas, lebih besar dan lebih lama, efeknya kadang -kadang tidak kita sadarai sama sekali bahkan tidak kita mengerti, Seperti kita setiap hari menulis berlembar-lembar tulisan tetapi darimana kertas yang kita pakai itu ditemukan ?, oleh bangsa mana ? atau orang Islam yang tiap tahun naik Haji naik pesawat tetapi tidak kenal James Watt penemu mesin uap !, dan kita selalu mengatakan orang barat itu sesat, salah, musyrik dan sejesnisnya. Terkadang kita memang keterlaluan..!
Sebenarnya yang mangalamai kekhawatiran adanya invasi kebudayaan bukan hanya orang Indonesia / timur saja, yang membuat rasa prihatin sebagian dari kita, misalnya : dimana pemuda sekarang dianggap sudak tidak memiliki rasa cinta kepada kebudayaannya sendiri, orang jawa sudah tidak bisa berbahasa Jawa ( terutama kromo inggil ), apalagi wayang kulit/wong, ketoprak, orang makasar sudah tidak mengenal apa yang disebut siri ( ghiroh ), begitu juga di daerah daerah lain di Indonesia, Sebagian orang tua mengeluhkan pola pergaulan anak-anak muda jaman sekarang yang cenderung bebas tanpa batas, yang dianggap sebagai akibat perkembangan kebudayaan terutamama teknologi multimedia yang dimulai dari barat.
Di tempat yang jauh di sana ceritanya sama saja, jika melihat perubahan budaya-budaya eropa ( baca : barat ), mereka juga merasakan semakin kehilangan budaya asli mereka justru dimulai dari jantung-jantung pusat kebudayaannya ( lihat Islam di London, Paris dan Brussel ), Lahirnya undang-undang pelarangan pembangunan menara masjid di Swiss atau pelarangan penggunaan Burkah di Prancis adalah carminan dari rasa takut kehilangan nilai kultural yang dirasakan oleh orang-orang eropa / barat, seperti ketakutan yang dirasakan oleh sebagaian orang Indonesia. ( walaupun musllim paris kalau ditanya tentang larangan pemakain Burkah, jawabannya : itu dimulai dari sejarah masa lalu eropa, tentang pemisahan kekuasaan antara gereja dan negara, tapi percayalah itu adalah jawaban yang paling aianggap aman saja )
Saya orang yang setuju dengan pendapat Kang Shobari, “ Saya tidak takut atau meras takut dengan hilangnya kebudayaan yang kita miliki saat ini !, karena pasti ada yang manggantikannya lebih baik “. Bukankah agama yang kita anut saat ini, Hindu, Budha, Kisten, Katholik, Islam sampai konghucu semuaanya tidak ada yang asli Indonesia.!!, dan kita mengakui agama-agama itu di Indonesia, itu artinya kita menerima budaya asing.
Jadi silahkan Lady Gaga datang di Indonesia setiap hari, atau silahkan bule australia toples di pantai sanur setiap hari ( Jika lingkungan menerima ), yang baik darimu saya ambil yang jelek saya buuuuuaaaaannnggggg……!!!! ( bersambung )

MIMPI ANEH

Semalam aku mimpi…! sebenarnya sih… aku sering jugak mimpi, mimpi horor mimpi romantis… mimpi sediiih… mimpi selingkuh sama istri orang…ckckckc…gawat…! mimpi diuber-uber ular… ( konon mimpi yang ini akibatnya semi mesum..hahaha..!. katanya..! )

Orang bilang.. alaaah… cuman mimpi…bunganya tidur..! gara-gara banyakan ngayal..!

Sseeett…bentar dulu…
Icarus dulu pingin terbang jugak dari ngayal kan..? tapi buktinya… sekarang… manusia benar benar bisa terbang… hayo..? atau siapu itu..? leonardo de vinci… karya-karyanya semua dari kayalan en impian..! artinya tidak semua mimpi itu bunganya tidur gaaan..!

Hahaha… mereka-mereka itu kan seorang pemikir besar… atau…fil…fi…lusuf…begitu… yang gagasan-gagasannya dapat merubah dunia..!
lha kamu siapa..?? catatan buku takdirmu saja gak jelas kok..!

Jangan begitu ah.. itu namanya ngejek Tuhan… sama saja dengan kamu bilang Tuhan bikin aku… dengan tanpa alasan yang jelas.. atau main-main doang..! masak Tuhan kok main-main..?

Enggak lo…benernya mimpimu itu mimpi apa..? mimipi tentang bencana alam atau… mimpi tentang tanda-tanda akan kiamat…? atau…

Kalaok… tanda-tanda kiamat sih… itu bukan mimipi.. tapi bukti nyata didepan mata..! gak liat pa..? ndeso..!!

Bigini..lo gan..! dengerin ya..?
Semalam itu… aku mimipi ketemu dengan seorang kakek yang sedah tuaaaa…sekali mungkin umurnya dah nyampek sekitar seratus tahun kali..!

Dimana-mana yang namanya kakek itu ya sudah tua bro…

Tapi yang ini lain..! walaupun dia sudah tua tapi dia kelihatan masih sehat… baik fisik maupun pikirannya… dia gak kelihatan pikun… gak seperti orang-orang sekarang… apalagi kalok jadi pejabat… baru dua tahun saja sudah pikun… tuh..! gak bisa bedakan duit sendiri dengan duit rakyat..! gak bisa bedakan mobil pribadi dengan mobil dinas… gak bisa bedakan atasan dengan Tuhan..! ( na’udubillahi min dhalik..! )

Ya…ya..ya..ya.. luccu..lucu..! lucu..! lanjut bro…

Apanya yang lucu,,?

Pikunnya tadi…

Pokoknya… kakek itu dulunya… waktu masih muda… mungkin ganteng sekali..! ya kira- kira seperti aku lah…

Lhaaah… kok narcisus… alias narsis…lanjutt..!

Lha kakek itu ngakunya kakekku… dia bercerita tentang… sistem pendidikan di jaman Kompeni alias jaman VOC alias jaman belanda… alias jaman Penjajahan…

Cucuku..! ( Beliau mengawali ceritanya )…
Sistem Pendidkan di jaman kompeni itu.. menganut sistem ” DUALISME”…

Apa itu kek…( tanyaku.. berlagak tidak tau..) aku kan guru sejarah sekarang… hehehe… hebat kan..!

Gaak..!

Maksudnya… Sistem pendidikanya itu di bagi dua kelompok dan dua sistem.
Kelompok pertama adalah… sistem pendidikan yang diperuntukken bagi orang-orang Bangsawan, atau nengrat atau bourjuis… atau penguasa…

Seperti apa kek..?

Ya.. Fasilitas pendidikan komplit..! Gedungnya mewah…Laboratorium sain ada..! Perpustakaannya lengkap..! laboratorium Bahasa ada..! pokoknya sumua ada..! termasuk laboratorium multi media dan sekalian jaringan internetnya…

Gurunya… komplit. Semua sudah sarjana, minimal S-1 dan sudah bersertifikasi..

Ada sarjana karbitannya gak kek..?

Apa itu sarjana karbitan cucuku..?

Itu lho kek.. Orang yang gelarnya sarjana tapi.. tingkah lakunya seperti anak-anak… karena sekolah dapat ijazahnya dengan duit… alias bayar.. dong..! ya tentu saja otaknya tetap otak udang kek… alias bodo…alias goblok..!

Eee…mm..( kakek mikir).. kelihattanya tidak ada…

Berarti jaman kakek… ketinggalan jaman…

Mungkin..! ( kakek menjawab mantap..!)

Kek ada guru BPnya gak kek..? ( tanyaku penasaran)

Ada..! cantik lagi… kakek kenal dekat sama dia…(jawab kakek bersemangat)

Pacar kakek ya..? ( tanyaku setengah berbisik )

Oh.. bukan.. bukan…! ( jawab kakek dengan gugup dan wajah memerah terlihat bohong )

Terus kek…

Yang sekolah di tempat ini, ya anaknya Orang-orang belanda atau penjajah, anaknya para bangsawan, anaknya pejabat dan anaknya orang-orang kaya.

Yang kedua…

Sekolah yang diperuntukkan bagi rakyat miskin atau proletar.
Sekolahan ini kondisinya bertolak belakang dengan sekolah yang pertama. Bangunan gedungya jelek, mutu bangunannya rendah konon katanya karena proyek pengerjaannya terlalu banyak dikorupsi..! dan tidak lengkap, Laboratorium sain cuma bangunannya saja atau tidak ada isinya. Perpustakaan bukunya cuma sedikit. tidak ada laboratorium bahasa, pokoknya serba kekurangan.

Gurunya..?

Sebagian besar rumahnya jauh-jauh… bahkan ada guru perempuan yang jarak rumahnya lebih dari 30 kilometer…

Gak minta pindah kek..?

Gak punya duit..!

Kok duit..?

SSeeet… ini masalah sensitif… kamu jangan tanya terus..!

Ooo…

Kek…(tanyaku setengah berbisik) kok jamannya kakek banyak yang mirip dengan jaman saya ya..? cuman beda nama doang..! kalok jaman saya… yang nomor satu itu namanya sekolah unggulan.. kek..! atau R..S…B.. terusnya apa gitu..

Apa iya.. (tanya kakek terlihat penasaran )

Kek.. aku dah ngantuk… besok sambung lagi,

Aku tak bangun ya kek…(bersambung)

anakku adalah LAUTAN

Anakku

Anakku adalah lautan

Anakku adalah lautan
Biru, sejuk… hangat dan tenang
Menenteramkan hati, mendamaikan jiwa
ada kalanya…

Anakku adalah lautan
Riak riuh ombaknya… menghadirkan simpulan senyum
Adakalanya…

Anakku adalah lautan
Geloranya… gelombangnya…
Menenggelamkan rasa
meretakkan asa
Menyakitkan…
Adakalanya…

Anakku adalah lautan

MUDIK YUK..!

"mantan pacar"

mantan pacar terahir

Peribasa mengatakan ” Setinggi-tinggi bangau tebang ahirnya kembali ke danau juga ” mungkin orang yang membuat peribahasa ini sama dengan 4,2 juta orang di jakarta yang diperkirakan akan mudik di tahun ini. Walaupun aku tidak tinggal di jakarta tapi aku mungkin termasuk orang yang memiliki pola pikir yang hampir sama dengan orang-orang itu. Mungkin banyak juga orang yang bertanya-tanya, Mengapa orang-orang itu melakukan mudik ? Apa untungnya ? Apa enaknya ? Bukankah itu jika dinilai dari ilmu ekonomi adalah pemborosan ! kenapa mereka ” seolah-olah ” tidak mau menerima penjelasan yang berkaitan dengan untung ruginya melakukan mudik, bahkan yang paling rasional sekalipun!

Mungkin aku dapat memberikan sedikit gambaran tentang tradisi mudik, siapa tahu hal ini dapat mewakili banyak orang atau sedikitnya mewakili aku sendiri.
Aku dilahirkan di dukuh Tegalpare desa Sumberberas kecamatan Muncar Kabupate Banyuwangi Jawa timur, Penduduk desaku jumlahnya sangat besar mungkin mencapai 20.000 lebih, itu yang tercatat pada daftar hak pilih pelihan kepala desa sepuluh tahun yang lalu, dan perkiraanku lebih dari sepertiga dari penduduk saat itu tidak terdaftar termasuk aku, karena ada di perantauan, jadi desaku seperti desa raksasa yang yang ada di pedalaman propinsi Jawa timur karena hanya memiliki satu akses jalan arah ke barat saja, ke timur selat Bali keselatan Hutan cagar alam suaka margasatwa Baluran ke utara laut juga. Sebenarnya tipe penduduk desaku adalah tipe ” politisi ” mungkin kecuali aku, karena hampir setiap terjadi gonjang-ganjing masalah politik baik yang lokal maupun yang terjadi di Jakarta selalu mampir di kampung halamanku yang merupakan bagian dari ” tapal kuda hijau “, dari kasus yang begitu memilukan tahun 1965, kasus pemilu tahun 1977, kasus dukun santet sampai kasus ninja, yang semua traumanya masih belum hilang dari ingatan orang-orang di desaku. itu adalah salah satu dari beberapa sebab yang membuat mengapa orang-orang desaku banyak di perantauan tetapi tidak sanggup melepaskan keterikatannya dengan tanah kelahirannya, jadi seperti rasa nasionalisme kecil ( miniatur nationalisme ).

Mereka termasuk aku adalah orang-orang yang begitu mencintai dan begitu bangga dengan tanah kelahirannya, bahkan andaikan mereka tidak sanggup lagi pulang ke tanah kelahirannya, mereka akan meninnggalkan paling tidak satu anak untuk tinggal di desa kelahiran ayahnya sebagai penyambung ” trah ” agar tidak terputus sama sekali dengan tanah tumpah darahku/nya dan itu juga yang tertanam di kepalaku.

Orang-orang di desaku umumnya adalah keluarga besar, begitu juga dengan keluargaku, kakek nenekku dari pihak bapak adalah orang Rembang dan Bojonegoro dengan delapan orang anak dan kakek nenekku dari pihak ibu adalah orang Kediri dan Ponorogo dengan duabelas anak, cucu dari keduanya lebih dari enampuluh orang yang tersebar dari Riau sampai Papua, dari semua itu mungkin hanya sekitar separuh saja yang mungkin aku mengenalnya, walaupun aku sudah pernah tinggal di Banyuwangi, Kediri, Nganjuk, Semarang, Rembang juga Palembang dan sekarang di pekalongan, itu belum membuat aku mengenal semua sauudaraku dari tingkat satu moyang( jawa:mindoan ). Itulah alasan lain kenapa aku tetap memiliki rasa ” Wajib Mudik ” karena itulah satu-satunya kesempatan aku bertemu keluarga, saudara dan tentunya teman.

Jika dilihat kalender pendidikan mungkin libur lebaran dimulai tanggal 24 agustus 2011, artinya mungkin aku berangkat pada hari kamis tanggal 25 agustus 2011 jam 03.00 wib setelah makan sahur, dengan perkiraan lalu lintas pantura pada jam-jam itu relatif sepi terutama dari pemudik bersepeda motor yang biasanya berkonvoi dalam jumlah yang sangat besar, dan jika jalan pati-rembang sudah selesai pelebarannya maka aku perkirakan akan sampai di Jegulo, Rengel, Tuban pada pagi hari, untuk transit di rumah Pakde Tamzis, dan akan aku lanjutkan perjalanan di pagi hari sehingga sampai banyuwangi sekitar jam 18.00 sore.

abisexy


A.Persiapan
Beberapa hal yang perlu dipersiapkan adalah :
1.Kendaraan
a.Service : Pengapian, karburator, kabel instalasi, kaki
b.Cairan : Oli ( mesin, rem, gardan, kopling ), Air ( radiator, sweeper, accumulator )
c.Toolset : harus lengkap termasuk karet pentil, gunting, senter, dan jangan lupa coil dan platina cadangan
d.dan lain-lain : sekring, lem besi, bohlam, kain lap tebal, tembakao (selalu ada..!)
2.Yang ada di dalam kendaraan
a.dongkrak buaya, pompa, kunci roda, payung, kompas, dan peta jalan (minta di pos mudik/print dewe dari google map)
b.PPPK lengkap
c.Segi tiga dan lakban
d.air mineral galon dan isi ulang
e.Kasur, bantal, selimut, termos,obat nyamuk oles,topi rimba,kopor pakean,oleh-oleh, makanan,makanan kecil yang banyak, mainan (termasuk boneka), HP memorinya di isi full, kipas (elektrik dan manual), sandal jepit, perlengkapan mandi, celana kolor dan T-sert komplit, saputangan (untuk muka, kaca mata dan kaca kendaraan ), roll tissue, karpet, kamera, alat tulis, flas disk, semua kabel USB, cengger HP dan jangan lupa rokoknya laki-laki..!

karuniaku

karuniakunansexy


B.Orangnya
1.Fisik
a.Cek kesehatan
b.Service body: cukur semua rambut, potong kuku, mandi dan buang air sebelum berangkat, pakai kaos dan celana kolor plus topi rimba.

Oh ya..! sedikit cerita pengalaman mudik tahun lalu yang begitu memilukan..? hahahah…
Ketika melakukan perjalanan mudik tahun lalu saat sampai di kota Probolinggo sempat di cegat oleh banyak polisi, untung ada Perwiranya !, kalau gak? bisa di tembak mati aku gara-gara jam 12 malam mau nabrak Polisi..!, maaf ya Pak Polisi, bagaimana saya gak kaget? seumur-umur baru kali ini ngalami yang beginian, lha malam-malam megitu kok di hadang Polisi sebanyak itu, ada 15 orang kali, tambah wartawannya ada 20 orang kali, lagian tu anak buahnya nanyanya main bentak doang, aku kan.. kan… jadi ge-ro-gi..!!), sampai banyuwangi aku jadi tertawa sendiri jika ingat yang ditanyakan para Bapak Polisi itu, bagaimana tidak, coba bayangkan ketika bapak teriak ,keluar semua..! buka baju..!Lha wong kami sudah gak pakek baju semua…!! ( pakek celana kolor doang..!?), lagian.. bapak juga tanya, kenapa STNKnya banyak..?? (maaf Pak polisi.. pertanyaan itu hampir saja saya jawab…Mobil saya banyak kok pak..!!, tapi saya urungkan takut kena tempeleng.. karena liat muka bapak yang agak jengkel gara-gara hampir saya tabrak..!, jadi begini lho pak Polisi… ceritanya waktu itu saya kan bareng dengan adik saya (yang gendut seperti kingkong itu..!), yang baru pulang dari kualalumpur (malysia orang jalan di kiri apa kanan sih?), lha saya kan sudah nyetir seharian dari pekalongan-Surabaya maksud saya dia saya suruh ganti malamnya dari surabaya-Banyuwangi, dan saya juga tidak tahu kalau dia itu tidak punya SIM, lha wong dia sering cerita kalau di Palembang sering setir mobil, tahu saya dia punya..! ternyata tidak..!! ketika sekitar jarak 20 meteran dia kelihatannya tahu kalau mau di stop sama polisi, dianya panik, minta nyetirnya diganti dulu dengan tidak usah berhenti karena sudah tanggung…! ketika saya dan dia mau tukar tempat duduk…??? lha dia lupa kalau perutnya buncit begitu…jadinya tidak cukup to..!! itulah kenapa Bapak-bapak mau saya tabrak..!, tapi barani suwer deh pak..! dia tidak sengaja mau nabrak..!,itulah kenapa ketika bapak tanya..kenapa nyetirnya mau diganti..? saya jawab sekenanya : saya capeeek…pak.!!,tapi untungnya ada pak komandan.. yang mengijinkan saya untuk melanjutkan perjalan…!.
Makanya lewat tulisan ini saya ingin menyampaikan..
Pertama: Saya yang salah.. karena naik kendaraan dengan sopir yang tidak punya SIM, yang
Kedua: Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak karena saya telah dingatkan tentang berlalu lintas yang benar… dan
Ketiga : Ketika saya sudah pulang ke Pekalongan baru ingat.. jika hari itu adalah hari dilaksanakannya ekskusi mati bagi pelaku…??? oooo…!


tugubatas


Di kota Tuban ini, 25 tahun yang lalu, aku punya sedikit kenangan, aku pernah hampir kehabisan uang ketika hendak dolan ke Semarang. Ketika itu sekitar jam enam sore aku sampai di terminal tuban (terminal lama: yang gandeng pantai ) uang di saku tinggal tiga ribu rupiah, jika digunakan ongkos naik bis paling-paling sampai kota lasem, dan ahirnya aku tidur di terminal, saat bangun jam tiga pagi aku melihat ada tiga rombongan mobil setengah jadi ( hanya ada kepalanya doang yang belakangnya ditutup kain, dan tidak ada ekor/gerobaknya, baru keluar/mau masuk karoseri kali) yang kemudian aku temui sopirnya dan bilang terus terang ” Mas… maaf saya mau minta tolong…! duit saya tinggal tiga ribu rupiah, boleh tidak saya numpang sampai Semarang..? dan jawabannya boleh…! ( Ya allah berkahilah orang itu dan keluarganya… amin..!)
nyampekbanyuwangi

bude


Yang ini budenya nia,sydne,reza dan fani, janjinya tahun depan mau dolan ke Pekalongan…
masfafa

dipelukmasfafa


Namanya panjaaang… banget..! Ainurrifa nurriya alfafa…
pakpuh

lbrnkupat


kepanasan

dibanyuwangi1


pltu


srbyzoo

dibanyuwangi


suromadu

dibanyuwangi


wasliatulazizah

dibanyuwangi


melmun

dibanyuwangi

SATU JAM PERTAMA DARI PERJALANAN ” TERAHIR-KU “

Sengaja aku bangun lebih pagi dari biasanya hari ini, karena aku ingin sampai ke tempat kerja lebih awal dari biasanya dan aku ingin memastikan saat sampai di sana belum ada satu temanpun yang datang mendahuluiku. Setelah sampai di sekolah aku ingin melihat satu-persatu dari seluruh bagian tempatku bekerja ini, tidak boleh ada yang tertinggal dan tersisa, semua harus pernah ku lihat, aku ingin jika suatu saatnya nanti tiba , semua pertanyaan tentang tempat ini dapat aku jawab dengan utuh dan benar, dan aku juga tidak ingin dilihat orang bahwa sebenarnya aku ini orang cengeng yang begitu rapuh.
Dingin sekali udara pagi ini, di Talun pasti lebih dingi lagi ? kataku dalam hati saat mau berangkat, anak-anakku belum ada yang bangun, biasanya kalau aku mau berangkat terutama yang ragil selalu minta salim dulu untuk mengucapkan selamat jalan dan… dada abah..! meskipun terasa ada yang kurang dalam acara keberangkatanku pagi ini tetap saja kutekan agar tidak masuk pikiran, nanti dia bangun pasti bertanya pada ibunya tentang bapaknya yang berangkat tidak pamitan, biasanya dia akan protes dan pulangnya aku pasti di intrograsi panjang lebar, dan aku harus dapat memberi pencerahan yang dapat diterimanya, aahhh sudahlah…!!
Akupun berangkat, jalanan masih sepi, biasanya didepan pasar Kesesi itu jika aku berangkat ramee sekali, sampai macet (kayak di Jakarta saja), sampai jalan alun-alun Kajen suasananya masih sama hanya ada beberapa orang yang lewat dan orang yang sedang olah raga lari pagi, sampai masuk jalan pertigaan kota Karanganyar mulai terasa udara dingin menembus jaket, walaupun sudah pakai jaket kulit yang dikancing rapat, kepala dibungkus rapat, tangan dibalut rapat (sampai mirip lemper) tapi tetap saja dinginnya menembus sampai ke kulit. sampailah di kota doro, tahu gak apa yang membedakan udara di kota doro dengan di tempat lain ? yaitu bau udaranya, udara di kota Doro baunya duren apalagi jika masuk puncaknya musim duren, tapi sayangnya aku cuma suka baunya saja, alias belum doyan makan buah duren, cerita awalnya dulu kenalan dengan duren pertama kali duren kalimantan sih..! yang baunya lebih kenceng lagi, tapi gak apa-apa tetap akan saya coba ” selama masih hidup akan aku coba makan duren..! tidak pernah putus asa…! merdeka..!!”. dan ahirnya sampailah di desa Kalireja yang sering aku sebut dengan ” Pintu gerbang negeri atap langit..! hahaha…! biasanya aku disisni berhenti sebentar kareana menunggu salah satu penggemarku yang selalu setia (gr ), ini salah satu yang membuat aku sedikit dapat mengurangi kepenatan di perjalanan sebelumnya, biasanya aku jalannya lebih santai sambil menikmati pemandangan pegunungan dan diselingi ngobrol ngalor ngidul tentang… ya…? banyak lah ! pokoknya udaranya jadi sedikit tambah hangat.. apalagi kalau kebetulan jalannya sedang menukik turun dengan tajam…(guyon kok..!)
Setelah naik gunung… turun lembah… dengan jalan yang berbatu dan berliku dan diselingi suara motorku yang mengerang-ngerang ahirnya sampai juga aku di desa sengare… aku harus berhenti sebentar untuk menurunkan barang titipan orang… baru aku teruskan ke tempat kerjaku
Dan ahirnya sampai juga, ketika kulihat jam di hp ternyata perjalanan yang aku tempuh memerlukan waktu satu setengah jam… suatu perjalanan yang cukup melelahkan… beginilah perjalanan yang harus aku lakukan setiap hari bersama sebagaian besar teman di tempat ini, itu juga yang membuat mengapa bekerja di tempat ini stamina adalah sesuatu yang menjadi begitu penting untuk di jaga, jatuh bangun diperjalanan adalah sesuatu yang lumrah dan hampir pernah dialamai oleh setiap orang, apalagi jika sudah tiba musim penghujan, bukan hanya menghadapi perjalanan yang begitu jauh, jalan yang berbatu dan berliku yang nyaris tak tersentuh perbaikan tapi juga menghadapi banjir dan hujan apalagi dimusim seperti tahun ini yang kondisinya hampir tidak dapat diperkirakan, tapi tetap saja kami selalu mencoba untuk tetap bersabar dan tidak mengeluh, mungkin selain karena rasa tanggung jawab yang telah kami sepakati dengan Tuhan, rasa kerinduan pada semangat anak-anakku untuk mendapatkan ilmu adalah sesuatu yang memberikan kekuatan hati dan jiwa kami…! ( Ya Allah jadikanlah anak-anakku itu kelak menjadi orang… yang seluruh hidupnya hanya untuk mengabdi kepadaMu..! mungkin itu doa yang sering kami sampaikan dalam hati setiap hari diperjalan..)
Gerbang besi ber cat hijau tua yang mulai mengelupas itu biasanya yang pertama menyambutku, pintunya jarang di tutup aplagi dikunci, mungkin ini sebagai cermin keterbukaan atau kerinduan yang taktertahankan pada orang-orang yang rela datang dengan membawa cinta sepenuh ” HATI ” (mungkin hati anak-anakku seperti pintu gerbang itu, saat menunggu gurunya datang di setiap pagi hari, dengan rasa was-was, dag-dig-dug dalam ketidakpastian, datang? tidak? datang? tidak? ).
Setelah aku parkirkan motor, sengaja aku tidak masuk ruangan dulu aku pandangi seluruh arah mata angin dari bagian tempat tertinggi, di sebeleh timur itu terdapat kebun yang mirip hutan cagar alam suaka marga satwa dari tempat itu selalu terdengar suara hewan entah apa namanya! mungkin sejenis belalang, yang jika di dengarkan dengan seksama mirip nyanyian orkestra..! apalagi kalau sedang turun kabut… mereka sangat bersemangat memainkannya, ( kadang aku bertanya dalam hati, apa nadanya Bhetoven atau John subastian bach itu seperti itu pa ya? – dasar anak kampung gak punya jiwa seni..! menghayal saja salah apalagi berpikir ? hahaha..! nasib… nasib….) dan di sebelah utara(menurutku), nah ini dia tempat paling nyaman untuk mencari inspirasi dari inspirasi yang paling indah sampai yang paling norak, di depan mataku terbentang luas hampir tak terhingga pemandangan yang begitu menakjubkan, mirip hamparan karpet hijau yang bergelombang di sana-sini, saya yakin tidak banyak orang yang tahu tentang pemandangan indah ini, orang sengare sekalipun..! rasanya separuh dari tanah pekalongan dapat diamati dari tempat ini, waow..!, kadang di tempat ini aku suka berkhayal yang aneh-aneh, andaikan aku bisa terbang..! andaikan aku leonardo de caprio dan kate winslet… yang di dek depan kapal titanic itu…! dan timbullah khayalan bercabang… kate winsletnya siapa ya..? dicari dulu pa ya ? ( eh.. mau selingkuh ? ).
Di sebelah barat..? adalah mewakili hampir sebagian besar kondisi bangunan di tempat ini, ya Tuhaaan…! pemandangannya mirip sekali dengan nasibnya mbak ” Prita mulyasari ” nasibnya begitu memilukan..! teraniaya…! dipandang rendah…! dihina…! oleh orang-orang yang merasa dirinya jadi ” Tuhan “, Aku pernah begitu protes dengan semua itu… bahkan sempat … ” , tunjukKAN padaku, apa yang hendak Kau lakukan kepada orang-orang yang berbuat zdalim itu..!! yang telah berbuat tidak adil… yang telah menghina milikMU juga diriMU.. tapi hanya dalam hati tok.!! aku tidak bisa bercerita banyak tentang sebelah barat itu… karena selalu tidak tahan…(next..)

TANJUNG PRIUK BERDARAH LAGI

Miris dan heran rasanya melihat tayangan televisi tentang kejadian bentrokan berdarah yang terjadi di dekat terminal peti kemas Tanjung priuk, Koja, Jakarta utara antara masyarakat dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan POLRI pada hari rabu tanggal 14 april 2010, yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan ratusan korban luka-luka juga korban harta benda dari semua pihak. Kerusuhaan itu dipicu oleh rencana Pemerintah DKI dan Pemkot Jakarta utara untuk menggusur makam Habib Husein bin Muhammad Al haddad atau yang lebih dikenal oleh masyarakat dengan nama “ Mbah Priuk ” karena secara hukum (versi Pemda DKI dan Pelindo II ) makam itu menempati lahan yang bukan haknya dan dianggap mengganggu operasional bongkar muat pelabuhan tanjung priuk yang dikelola oleh PT Pelindo II yang sedang berupaya untuk memenuhi setandart pelabuhan Internasional yang ditetapkan. Kerusuhan itu lebih mirip dengan kondisi riel masyarakat Indonesia saat ini, disatu sisi masyarakat yang ingin mempertahankan makam mbah priuk adalah yang mewakili masyarakat yang masih memegang teguh nilai agama dan tradisi juga budaya leluhur yang relegius (Spiritualisme), di pihak lain mewakili masyarakat kita yang mulai mengikuti rasionalitas modern atau kaum kapitalis (Materiaalisme), dalam hal ini otoritan PT Pelindo II ditambah Pemerintah daerah Kusus Ibukota Jakarta. Kita miris bukan hanya karena melihat tayangan brutal terjadinya bentrokan itu, tetapi lebih miris jika membayangkan apa yang ada di pikiran para pemimpin kita pada saat ini, orang-orang yang sedang memegang kekuasaan di negara kita. yang logikanya “seharusnya“ merupakan sistem yang dapat menjembatani konflik dan melindungi (mengayomi) masyarakat tetapi dalam kenyataannya malah menjadi pemicu terjadinya bencana kemanusiaan itu, banyak pertanyaan sederhana yang sulit untuk bisa dijawab, siapa sebenarnya yang mengangkat para penguasa itu ? bagaimana bisa seorang penguasa yang konon dipilih atau diangkat oleh rakyat dengan begitu arogannya mau menukar-gulingkan “rasa spiritualisme” dengan nilai-nilai kapitalisme dan materialisme? dan rasa spiritual itu adalah rasa orang timur atau rasa orang Indonesia, atau rasa orang jawa/betawi, bagaimana bisa makam dinilai dengan uang dua setengah milyar dan sebidang tanah hanya untuk memenuhi gengsi kapitalis yang distandarkan oleh kaum Angelo saxon? dan lain sebagainya. Heran ! kenapa kita tidak sanggup lagi belajar dari sejarah kita sendiri? apa kita lupa, sejarah kita di masa lalu?, apakah yang memicu terjadinya perang diponegoro selama lima tahun? penggusuran makam kan ! apa arti sebuah makam bagi orang timur? apa arti sebuah makam bagi orang indonesia? dan apa arti sebuah makam bagi orang jawa/betewi? jawaban yang pasti bukan sekedar jasad tak bernyawa yang telah dikubur dan kelak diuraikan oleh mikroorganisme dan kembali menjadi unsur penyusun semula di tanah. apa kita juga tidak tahu beberapa masyarakat kita bahkan mengklaim Wali songo memiliki beberapa makam (sunan Bonang misalnya)! apa kita akan mengatakan masyarakat kita masih sangat bodoh atau primitif karena masih memelihara kebiasaan-kebiasaan kurafat atau musrik (menurut sebagaiaan orang)! karena menganggap bahwa jasad sunan Bonang itu ada banyak ? atau berasumsi bahwa orang Islam (tradisional/konservatif/ortodok kususnya) itu percaya adanya reinkarnasi (satu roh menempati banyak jasad)? bukankah Habib husein bin Muhammad Al haddad alias bah priuk yang berasal dari Hadralmaut (Yaman) itu adalah sesepuhnya muslim betawi atau tanah jawa, dan Gubernur DKI Jakarta saat ini juga orang betawi (coba ingat berapa kali orang Jakarta memiliki gubernur orang betawi ?) apa ia orang betawi sudah lupa kepada leluhurnya?

A. Masa lalu adalah tonggak sejarah yang turut menentukan sebuah masa depan
Andaikan saja para pemimpin kita saat ini tidak sanggup lagi membaca sejarahnya sendiri, kenapa tidak belajar saja dari yang ada di depan matanya saat ini? kenapa negara Amerika serikat yang katanya adidaya/digdaya itu tidak sanggup menangkap Usamma bin laden (yang dianggap pemimpin teroris) itu setidaknya sampai saat ini? jawabannya adalah: karena dia dilindungi oleh kaum Thaliban kan?, kenapa kaum Thaliban melindungi Usamma bin laden!, karena dia datang ke negeri Afganistan itu sebagai seorang “tamu“, Negara Amerika tidak bisa belajar dengan baik dan benar tentang pengalaman kolonial Prancis tentang pemberontakan di negeri jajahannya Qipti(mesir) di masa lalu. perlu diingat yang diadopsi negeri Qiptiyah dari tanah arab itu bukan hanya agama Islam tetapi juga budaya arabnya, termasuk tentang budaya menghormati “tamu“ meskipun Qiptiyah sama sekali bukan smits apalagi arab apalagi farisi. (di masa lalu kita kurang dapat membedakan antara orang arab, orang gujarat, Qiptiyah dan orang farisi. Asal kulit putih ada jenggotnya hidungnya mancung dan beragama Islam maka kita sebut saja orang arab, kadang kita panggil Saiyed atau Sekh, dan ketika ada farisi melakukan kawin mut’ah beberapa kiyai kita agak kesulitan menjelaskan kepada masyarakat, bahkan ada yang kiyainya sendiri tidak mengerti? Inilah yang pernah disampaikan oleh gus Dur bahwa secara kultural NU itu adalah Syi’ah (yang sempat bikin heboh itu), dan jika dilihat dari rasnya orang arab itu lebih dekat (saudara) dengan orang Israil/bani Israil) dibandingkan dengan orang Qipti apalagi farisi yang indo german alias Arya, lihat sejarah Abrah-am/im). Jika kita baca bukunya M.Hert dalam “seratus tokoh paling berpengaruh di dunia” versi terjemahan Mahbub Junaidi (wartawan dan pemikir NU) salah satu alasan kenapa Muhammad diletakkan di peringkat teratas dalam urutan itu adalah: Muhammad bukan hanya membuat revolosi budaya dunia dan tanah arab kususnya tetapi juga meng”arab” kan negeri-negeri yang sama sekali bukan arab, misalnya Qipti/Mesir, Farisi/Iran bahkan sampai ke eropa tempo dulu (Romawi timur/Turki) di jaman Ottoman/Usmanniah), Andalusia/Spanyol sampai ke tanah Balkan (Pecahan USSR), jadi jika duapuluh tahun yang lalu ada orang yang mengatakan ada Ulama Hadits termashur yang bernama Imam Bukhori,r.a itu adalah orang Uni soviet rasanya di telinga kita agak aneh kan? walaupun itu benar! (jadi gak ada tu di kitab kuning kalimat yang bunyinya Al Unisoviettu utawi uni soviet? hahaha..!). adalagi yang lebih seru..! Abu Hassan Ali bin Ismail Almaturiddi,r.a yang pelajarannya dijadikan teks-book oleh kelompok Suni/Ahli sunnah wal jama’ah kususnya di Indonesia itu orang mana hayo?, itu sama kacaunya jika kita melihat siaran budaya dari televisi Al jazair dan televisi prancis, apa bedanya ? atau ingin yang lebih kacau lagi ? ya mengikuti dagelan-nya kasus Bank Centuri (maaf saya termasuk orang yang setuju dengan tindakan Ibu Dr.Sri mulyani indrawati, ojo jengkel . !). Jadi kita harus pandai bercermin dari sejarah / masa lalu kita, karena: “Masa lalu adalah tonggak sejarah yang turut menentukan sebuah masa depan. Namun ada kalanya kenangan masa lalu itu harus kita buang jauh-jauh dan kubur dalam-dalam, demi masa depan itu sendiri, hanya kitalah yang tahu mana yang harus dikenang dan mana yang harus dubuang“. (Rhoma Irama)

B. Kenapa harus dengan darah ?
Satu lagi yang membuat kita sedih, bencana itu terjadi berdekatan dengan 100 hari meninggalnya tokoh humanis, pluralis dan guru bangsa kita, KH Abdurrohman wakhid. orang yang telah bersusah payah menanamkan spirit anti kekerasan, orang yang mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada masalah yang tidak dapat di selesaikan dengan jalan damai. Institut seni Indonesia baru saja menggelar seminar mengenai: Kemungkinan “cara berpikir” ala Gus Dur (Suara merdeka, 18 april 2010, hal.13) kenapa sudah harus kita kotori dengan darah? kenapa harus diselesaikan dengan perang?
Kita jadi ingat, apa yang pernah disampaikan oleh mantan Kabareskrim Susno duaji : “Orang hidup itu hanya ada dua, membuat sejarah atau membaca sejarah!“, jadi andaikan kita hanya dapat membaca sejarah, semoga kita dapat “membaca” sejarah kita dengan baik dan benar. yang kedepannya dapat kita gunakan untuk membangun Indonesia yang makmur spiritualnya dan materialnya.
Dan semoga kejadian di Tanjungpriuk itu dapat diselesaikan dengan damai dan tidak terulang lagi, karena jika tidak pastilah kita semua yang rugi, Amin! (bersambung)

‘TIDURLAH DALAM DAMAI GURUKU’

Guruku

Tidurlah dalam damai guruku

Ahirnya …
Bunga nan tumbuh di jalan tengah itupun KAU petik …

Walaupun semerbaknya KAU sisakan…

di seluruh belantara hati

dan segenap lorong jiwa

Tetap saja hatiku berduka…

Terjawab sudah…

Gundahnya hati…

Sesaknya dada…
….?
Tidurlah guruku dalam damai

(Terima kasih adik)

Semarang, 31 Desember 2009

SURAT CINTAMU TERLALU PANJANG

BAHTIYAR

BAHTIYAR

Surat cinta itu KAU tulis…begitu panjang…

Tanpa humor…tidak ada roman…seperti yang biasa KAU lakukan…

Sebegitu marahkah…diriMU padaku.?

Kecewa..?

Karena melihat kenyataan…, aku tidak setangguh yang KAMU harapkan..!

Maafkan aku ya..

Mungkin..!

Mungkin… sekarang dimataMU aku telah banyak berubah

Jalan berbatu…dan berliku itu sering membuat aku jadi pelupa

Tapi bukan untukMU

Terima kasih ya..

” WAJAH MATA ANAKKU “

Ketika aku memutuskan menjadi seorang guru, ada perasaan yang terasa begitu mengganjal, bukan lantaran aku tidak ingin menjadi seorang “guru” tetapi aku memandang profesi seorang guru itu adalah sebuah pilihan pekerjaan yang luar biasa beratnya, rasa tanggung jawab yang begitu besar dan harus menjadi sosok yang begitu sempurna baik di depan anak didik maupun di tengah masyarakat.

Dikeluargaku sebagian besar profesinya adalah seorang guru,Bapakku,pamanku, Kakekku baik dari Bapak maupun dari Ibu. dari mereka semua aku sedikit tahu dan sedikit mengerti tentang bagaimana suka dukanya menjadi seorang guru. tentu saja guru pada saat aku masih kecil dengan guru sekarang sangat jauh berbeda. dari penampilannya,gaya hidupnya sampai ikatan emosional antara guru-anak didik.

Di tahun-tahun pertama aku menjadi seorang guru perasan terberat yang aku rasakan adalah memastikan terkendalinya emosi, bagaimana tidak, karena sebelumnya selama ini aku selalu hidup di jalanan dan selalu pindah-pindah dari tempat satu ke tempat tinggal yang lain, dan dengan begitu tiba-tiba semuanya harus terhenti dan dibatasi dengan begitu banyaknya peraturan baik yang tertulis maupun peraturan dalam bentuk tata nilai di masyarakat. bahkan aku pernah mengalami suatu kondisi yang begitu kritis karena harus memilih antara terus atau berhenti. hanya karena aku merasa telah menentukan pilihan saja yang membuat aku malu jika disebut pengecut.

Tapi bagaimana aku bisa sekolah di keguruan ?, itu juga sebuah episode kehidupanku lagi, semua berawal dari ketidak pahamanku tentang sekolah, itupun baru aku sadari saat aku hampir selesai sekolah. semua berawal ketika aku masih sekolah di SMA (aku juga pernah sekolah di STM jurusan Mesin di kota Kertosona, Nganjuk) di Sekolah suwasta pada saat itu semua orang yang dipandang mampu mengajar bisa menjadi guru, tidak harus dari sarjana keguruan, Kepala sekolahku seorang Insinyur lulusan universitas Brawijaya Malang (Ir.Nanang Harsono), guru Kimiaku seorang Insinyur lulusan Institut Teknologi sepuluh Nopember/ITS Surabaya (Ir.Putu Indra Setiawan) begitu juga dengan guru Bahasa Inggrisku Beliau Orang yang lama tinggal di Melbourne Australia (Saiful). suatu ketika guru Bahasa Inggrisku itu memberi tawaran kepadaku dan seorang temanku, jika dia bisa merekomendasikan aku dan temanku untuk bekerja di tempat kerjanya yang dulu asal bisa menguasahi Bahasa Inggris dengan baik, tentu saja kami berdua tertarik dengan tawaran itu, maka begitu kami lulus SMA pertama yang kami lakukan adalah mencari lembaga pendidikan Bahasa Inggris yang paling murah dan cepat, temanku pergi ke kota Pare, Kediri dan aku pergi ke Semarang karena pertimbangan biaya, aku mempunyai keluarga di Semarang, dan aku ikut test Sipenmaru mengambil berkas IPC karena SMA ku jurusan A2 (Imu-ilmu Biologi). pilihan pertama tentu saja Bahasa Inggris D2,pilihan kedua juga Bahasa Inggris dan pilihan ketiga tentu saja harus dari jurusan IPA maka aku isi saja dengan Fisika D2, singkat cerita: begitu pengumuman apa yang terjadi ternyata aku di terima di jurusan Fisika D2, tentu saja aku bingung apa yang harus aku lakukan ? (waktu itu aku belum mengerti bahwa IKIP itu sekolahnya calon guru, aneh kan ?) dan dengan pertimbangan sana-sini akhirnya aku tetap menjalani sekolah itu meskipun dengan perasaan agak berat, akhirnya rampung juga (sedikit cerita bahwa nilaiku waktu sekolah sebagian besar adalah pemberian Tuhan, hampir tanpa usaha) itulah sebabnya kenapa aku sampai sekarang begitu percaya dengan kekuatan do’a.

Setelah tiga tahun aku menjadi guru aku mulai sedikit mengerti bagaimna mestinya jadi seorang guru itu, semakin lama semakin membaik pemahamanku tentang profesi guru dan lama-lama aku begitu mencintai pekerjaanku. sebagai seorang guru satu hal yang aku tidak mengerti adalah perubahan kejiwaanku terhadap anak-anak didikku, aku semakin memiliki ikatan emosional yang sngat kuat terutama jika aku menjadi wali kelas. bukan hanya ketika masih mendampingi mereka tapi setelah mereka keluar dari sekolah. aku masih ingat banyak sekali kejadian pada waktu itu yang tidak pernah aku lupakan sampai sekarang, misalnya kejadian pada jam 12 malam ada orang ketuk-ketuk pintu rumahku, tentu saja aku sempat bertanya-tanya siapa malam-malam begini ketuk-ketuk pintu ?, begitu aku buka, apa yang aku saksikan ? dua orang anak sambil cengar-cengir bilang padaku ” Pak anak-anak sedang heking ke Desa Windurojo, Bapak sekarang di suruh kesana.!” tentu saja aku marah sekali waktu itu, bagaimana tidak ? Heking atas nama sekolah apa pribadi juga tidak tahu, ijin orang tua apa tidak ? bermalam lagi !, tapi apa jawab mereka ?,”Berangkat sekarang pak !” (lha dhalah ini anak !) tentu saja akhirnya aku mengalah. di kejadian yang lain aku pernah naik motor di Kajen dan kebetulan mogok di tengah jalan, tiba-tiba ada orang dari belakang menghampiriku dan bertanya ” Kenapa Pak ?” aku jawab “tidak tahu, tiba-tiba mogok ?” dia bilang “saya dorong ya Pak !, ke bengkel dekat situ kok !” “Ayo !” jawabku, sampai di bengkel orang itu mendekatiku kemudian bertanya “lupa sama saya ya Pak ?” “tidak !” jawabku (kelihatannya dia tidak yakin dengan jawabanku) dan dia menambahi pertanyaannya ” Aku murid bapak yang mbeling dulu !” (dalam batinku hanya bisa berkata ” SubkhanaLLAH..!!). sejak saat itu aku mulai mengerti dan menyadari kenapa para ahli pendidikan seperti Prof.Arif Rahman itu mengatakan jika seorang guru harus menghukum seorang anak hukuman fisik sekalipun ” Hukumlah dengan hati”. Karena anak-anak yang sekarang ini, yang terkadang kita lupa menyebutnya nakal, kurang ajar,tidak punya akhlak dan seterusnya itu ternyata jika telah datang tingkat ke’sadar’annya semua akan menjadi harta yang tidak ternilai harganya.

Sebenarnya ketika aku mengajar SMP 2 Talun, kebiasaanku dekat dengan anak-anak seperti itu akan berusaha aku hilangkan, karena keterbatasan waktuku dan tenagaku yang semakin habis di perjalanan begitu mengkhawatirkan, aku tidak mau anak-anakku’ itu menjadi terluka hatinya karena memang kondisiku yang tidak sanggup untuk di toleransi, walaupun naluri itu kadang-kadang muncul lagi tidak bisa dibendung,cerita anakku’ jazaul khoeroh dan anak kandungku tifani misalnya, Jazaul khoiroh adalah anakku’ yang paling pinter di Sekolah dalam hampir semua pelajaran, terutama pelajaranku (IPA) belum pernah mendapatkan nilai ulangan kurang dari 6, maka betapa kagetnya aku ketia try out tingkat Kabupaten kemarin mendapat nilai 3 untuk pelajaran IPA, ketika aku panggil aku hanya menanyakan ” sebenarnya ada apa ? ” dia hanya menjawab “iya Pak !” tetapi ternyata ceritanya belum selesai sampai disitu, ketika pengumuman kelulusan kemarin dia meraih nilai terbaik rata-ratanya lebih dari 8, tetapi anehnya dia tidak terlihat begitu gembira seperti teman-teman lainnya, dan akhirnya aku tanya ( pertanyaan yang sering aku sampaikan padanya ) “Bagaimana ?” jawabnya:”dia cuma menangis..!! ” aku tanya lagi “Soal biaya ya ?” dia menjawab dengan tatapan mata yang kosong “Iya Pak !” aku langsung menjawab ” kamu sekarang pulang !” karena aku tidak sanggup menatap “wajah mata anakku itu” dan hanya merintih sedih dalam hati “Ya ALLAH apa maksud-MU ?, tolonglah hambamu ini diberi pemahaman !” dan akhirnya dengan sisa tenagaku akupun pulang, bumi tempat ku berpijak rasanya bergoyang, melangkah terasa bagaikan terbang…, sedih… perih… sakit rasanya… ketika sampai di depan rumah kudapatkan anakku dengan wajah ketakutan “Abah… Aku gagal naik kelas..! maafkan aku..? akhirnya air mataku tak sanggup kutahan..!!

Hari-hari ini aku hanya sanggup memanjatkan do’a, membesarkan hati anak-anakku, ” Ya ALLAH jika semua itu terjadi karena keadilan-MU, berikanlah mereka kesabaran jiwa, berikanlah mereka keteguhan hati, berikanlah mereka kekuatan Iman, agar kelak dia menjadi manusia yang seluruh hidupnya hanya untuk mengabdi kepada-MU” tetapi jika semua itu terjadi karena lampiasan segelintir nafsu, aku mohon kepada-MU… Ya ‘Azis…aku mohon kepada-MU ya ‘ADHIM… aku mohon kepada-MU ya ‘ADIL… tunjukkanlah kepadaku keperkasaan-MU… tunjukkanlah kepadaku… keagungan-MU…Amin..! Amin..! Amin..!

maharani

wajah mata anakku

NAMANYA PRITA MULYASARI

Beberapa hari yaang lalu kita dikejutkan adanya kasus yang menimpa seorang Ibu ‘ Namanya prita mulyasari’. Ceritanya begitu memilukan, Berawal dari keinginan untuk mencurahkan isi hati dari perlakuan yang kurang layak dari sebuah Rumah sakit yang menimpa dirinya melalui Email yang ditujukan kepada teman-temannya, Yang kemudian menyebar kemana-mana dan berujung pada masalah hukum. Dan yang tidak kalah mengejutkan lagi kasus itu muncul ke permukaan justru ketika dia sudah merasakan pengapnya sel tahanan selama lebih kurang dua minggu. Kita (terutama Media Massa) sepertinya kecolongan, Mungkin karena dalam waktu yang hampir bersamaan semua terkfokus pada kasus yang tidak kalah hebohnya, yaitu kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga yang dialami mantan model Manohara odilia Pinoti dengan seorang pangeran yang konon mengalami gangguan kejiwaan (Sadisme Sex) dan Kampanye para calon presiden.

Begitu ramainya diperbincangkan masalah Prita mulyasari ini sampai-sampai Kepala Negara merasa perlu ikut menanggapinya (Dalam menjalankan proses Hukum kita harus mengedepankan rasa keadilan dan hati nurani..? )
Banyak pelajaran yang dapat kita dapatkan dari peristiwa Ibu Prita mulyasari ini misalnya :
1.Kita Harus semakin mel’ek Hukum
Orang-orang seperti saya ( Yang begitu Ketinggalan perkembangan Teknologi Informasi ), mungkin agak sulit untuk mengerti bagaimana tulisan dalam bentuk Email itu bis berujung di dalam sel ?, Karena kita baru saja merasakan sedikit lega dengan hadirnya Undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronika (ITE), Yang dapat menaikkan kepercayaan tentang kometmen kita terhadap pemberantasan kejahatan cyber (Cyber crime), Karena di Negara kita diduga mencapai 70% kejahatan atas hak kekayaan intelektual terjadi pada komponen teknologi semikonduktor dan turunannya
Sebenarnya pertanyaannya masih tetap saja sama :’Dimanakah batas antara hak Publik dan hak privasi ?’, Tulisan dalam bentuk Email itu milik pribadi apa Publik ? dan apakah orang yang menyebarkan isi Email dari orang lain dapat dianggap melanggar hukum ?
2.Kita harus dapat mengikuti Perkembangan teknologi Informasi (IT)
Saya tentu sulit untuk dapat membayangakan seperti apa perkembangan Teknologi informasi ini pada era generasi anak-anak saya, Alangkah semakin mininya dunia ini, Karena hampir setiap hari selalu muncul penemuan baru yang terkadang tak pernah kita duga seperti demam face book yang sedang melanda dunia sekarang ini
Bukan hanya perkembangan teknologinya yang harus kita ikuti tetapi dampak lain yang menyertainya, Hukum, sosiaal budaya dan lain-lain agar kita tidak jadi orang yang dianggap “nyeleneh” seperti fatwa haram Majelis Ulama Indonesia untuk penggunaan face book menurut sebagaian orang.
3.Kita harus awasi tingkah laku pengambil kebijakan
Sebagian besar oraang-orang pemegang kekuasan sekarang ini adalah orang-orang jaman dulu, Terutama di bidaang Birokrasi, Yang sistimatika berfikirnya telah diseting menggunakan program lama yang sangat ketinggalan jaman, Walaupun ada yang memiliki keinginan untuk berubah mengikuti tuntutan pola berfikir jaman sekarang tetapi kebanyakan mereka kedodoran (Mungkin file memori otaknya tidak muat). Sehingga sering kali kita jumpai tingkah laku maupun produk dari hasil kebijakanya jadi aneh-aneh,lucu,tidak sinkron dengan situasi. Coba baca beberapa produk Hukum yang terbit sekarang ini, dari keputusan yang dihasilkan di tingkat terendah di tempat anda bekerja misalnya (kecuali di tempat saya) sampai Undang-undang yang dihasilkan dari ijma para anggota DPR, Apalagi aplikasinya. Jadi kita tidak usah kaget dengan keputusan menejemen Rumah Sakit Omni Internasional,Jaksa,Polisi dan Hakim yang memperlakukan Ibu prita mulyasari seperti itu, Dan kita layak menduga bahwa masih banyak prita-prita lain yang mengalami perlakuan seperti itu yang tidak atau belum terungkap di Negeri ini.
Dan akhirnya kasus Ibu Prita mulyasari juga Manohara odilia Pinot menjadi pelajaran berharga bagi kita semua, Amin

bakhtiar tsani

bakhtiar tsani