<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Tanggapan untuk Bahtiyar Zulal</title>
	<atom:link href="http://bahtiyarzulal.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bahtiyarzulal.wordpress.com</link>
	<description>Blognya Guru SMP 2 Talun</description>
	<lastBuildDate>Sat, 24 Oct 2009 13:44:27 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di SURAT CINTAMU TERLALU PANJANG oleh M Mursyid PW</title>
		<link>http://bahtiyarzulal.wordpress.com/2009/10/03/surat-cintamu-terlalu-panjang/#comment-45</link>
		<dc:creator>M Mursyid PW</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 24 Oct 2009 13:44:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bahtiyarzulal.wordpress.com/?p=205#comment-45</guid>
		<description>Wah, pak bahtiar bugil, ya? 
Saya tidak pinter memahami puisi, tapi puisi ini dibacanya enak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, pak bahtiar bugil, ya?<br />
Saya tidak pinter memahami puisi, tapi puisi ini dibacanya enak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di NAMANYA PRITA MULYASARI oleh Zulmasri</title>
		<link>http://bahtiyarzulal.wordpress.com/2009/06/13/namanya-prita-mulyasari/#comment-44</link>
		<dc:creator>Zulmasri</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 14 Jun 2009 12:59:04 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bahtiyarzulal.wordpress.com/?p=176#comment-44</guid>
		<description>Geregetan memang mengikuti kasus Omni yang jauh dari embel-embel Internasional itu. 

Ini email Ibu Prita:
Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya. Terutama anak-anak, lansia, dan bayi. Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan.
Saya tidak mengatakan semua RS international seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni International. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB. Saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala datang ke RS OMNI Internasional dengan percaya bahwa RS tersebut berstandard International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus.
Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah thrombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000. Saya diinformasikan dan ditangani oleh dr Indah (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. dr I melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000.
dr I menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan. Tapi, saya meminta referensi darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini. Lalu referensi dr I adalah dr H. dr H memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah.
Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau izin pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa. Keesokan pagi, dr H visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam. Bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?). Saya kaget tapi dr H terus memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan yang saya tidak tahu dan tanpa izin pasien atau keluarga pasien.
Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap masih sama dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah. Saya sangat khawatir karena di rumah saya memiliki 2 anak yang masih batita. Jadi saya lebih memilih berpikir positif tentang RS dan dokter ini supaya saya cepat sembuh dan saya percaya saya ditangani oleh dokter profesional standard Internatonal.
Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik tidak ada keterangan apa pun dari suster perawat, dan setiap saya meminta keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Lebih terkesan suster hanya menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya. Satu boks lemari pasien penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak ampul.
Tangan kiri saya mulai membengkak. Saya minta dihentikan infus dan suntikan dan minta ketemu dengan dr H. Namun, dokter tidak datang sampai saya dipindahkan ke ruangan. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa. Setelah dicek dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr H saja.
Esoknya dr H datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk memberikan obat berupa suntikan lagi. Saya tanyakan ke dokter tersebut saya sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan berarti bukan kena demam berdarah. Tapi, dr H tetap menjelaskan bahwa demam berdarah tetap virus udara. Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan kembali diberikan suntikan yang sakit sekali.
Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun hanya berkata menunggu dr H saja.
Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus. Padahal tangan kanan saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya. Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan suntikan dan obat-obatan.
Esoknya saya dan keluarga menuntut dr H untuk ketemu dengan kami. Namun, janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak saya menuntut penjelasan dr H mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab awal yang 27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam riwayat hidup saya belum pernah terjadi. Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri.
RE: Isi email Prita Mulyasari
Email Bagian 2
dr H tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan. Dokter tersebut malah mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan kembali dan menyuruh tidak digunakan infus kembali. Kami berdebat mengenai kondisi saya dan meminta dr H bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja. dr H menyalahkan bagian lab dan tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan.
Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan saya juga mulai membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat. Namun, saya tetap tidak mau dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS lain. Tapi, saya membutuhkan data medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan diberikan data medis yang fiktif.
Dalam catatan medis diberikan keterangan bahwa bab (buang air besar) saya lancar padahal itu kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak ada follow up-nya sama sekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah hasil thrombosit saya yang 181.000 bukan 27.000.
Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000. Kepala lab saat itu adalah dr M dan setelah saya komplain dan marah-marah dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di Manajemen Omni. Maka saya desak untuk bertemu langsung dengan Manajemen yang memegang hasil lab tersebut.
Saya mengajukan komplain tertulis ke Manajemen Omni dan diterima oleh Og(Customer Service Coordinator) dan saya minta tanda terima. Dalam tanda terima tersebut hanya ditulis saran bukan komplain. Saya benar-benar dipermainkan oleh Manajemen Omni dengan staff Og yang tidak ada service-nya sama sekali ke customer melainkan seperti mencemooh tindakan saya meminta tanda terima pengajuan komplain tertulis.
Dalam kondisi sakit saya dan suami saya ketemu dengan Manajemen. Atas nama Og (Customer Service Coordinator) dan dr G (Customer Service Manager) dan diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi dengan saya.
Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta surat pernyataan dari lab RS ini mengenai hasil lab awal saya adalah 27.000 bukan 181.000. Makanya saya diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya masih bisa rawat jalan.
Tanggapan dr G yang katanya adalah penanggung jawab masalah komplain saya ini tidak profesional sama sekali. Tidak menanggapi komplain dengan baik. Dia mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr M informasikan ke saya. Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen, dan dr H. Namun, tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan ke atas (Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore.
Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi saya dimasukkan dalam ruangan isolasi karena virus saya ini menular. Menurut analisa ini adalah sakitnya anak-anak yaitu sakit gondongan namun sudah parah karena sudah membengkak. Kalau kena orang dewasa laki-laki bisa terjadi impoten dan perempuan ke pankreas dan kista.
Saya lemas mendengarnya dan benar-benar marah dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan analisa sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami sesak napas. Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini dan memang saya tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga terjadi sesak napas.
Suami saya datang kembali ke RS Omni menagih surat hasil lab 27.000 tersebut namun malah dihadapkan ke perundingan yang tidak jelas dan meminta diberikan waktu besok pagi datang langsung ke rumah saya. Keesokan paginya saya tunggu kabar orang rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang datang dari Omni memberikan surat tersebut.
Saya telepon dr G sebagai penanggung jawab kompain dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah saya. Namun, sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum ada juga yang datang ke rumah saya. Kembali saya telepon dr G dan dia mengatakan bahwa sudah dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah.
RE: Isi email Prita Mulyasari
Email Bagian 3 (tamat)
Ini benar-benar kebohongan RS yang keterlaluan sekali. Di rumah saya tidak ada nama Rukiah. Saya minta disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan waktu yang lama. Logikanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat tertujunya ke mana kan ? Makanya saya sebut Manajemen Omni pembohon besar semua. Hati-hati dengan permainan mereka yang mempermainkan nyawa orang.
Terutama dr G dan Og, tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan customer, tidak sesuai dengan standard international yang RS ini cantum.
Saya bilang ke dr G, akan datang ke Omni untuk mengambil surat tersebut dan ketika suami saya datang ke Omni hanya dititipkan ke resepsionis saja dan pas dibaca isi suratnya sungguh membuat sakit hati kami.
Pihak manajemen hanya menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak disebutkan mengenai kesalahan lab awal yang menyebutkan 27.000 dan dilakukan revisi 181.000 dan diberikan suntikan yang mengakibatkan kondisi kesehatan makin memburuk dari sebelum masuk ke RS Omni.
Kenapa saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut? Karena saya ingin tahu bahwa sebenarnya hasil lab 27.000 itu benar ada atau fiktif saja supaya RS Omni mendapatkan pasien rawat inap.
Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah fiktif dan yang sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani dengan baik.
Saya dirugikan secara kesehatan. Mungkin dikarenakan biaya RS ini dengan asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil limit asuransi saya semaksimal mungkin. Tapi, RS ini tidak memperdulikan efek dari keserakahan ini.
Sdr Og menyarankan saya bertemu dengan direktur operasional RS Omni (dr B). Namun, saya dan suami saya sudah terlalu lelah mengikuti permainan kebohongan mereka dengan kondisi saya masih sakit dan dirawat di RS lain.
Syukur Alhamdulilah saya mulai membaik namun ada kondisi mata saya yang selaput atasnya robek dan terkena virus sehingga penglihatan saya tidak jelas dan apabila terkena sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup untuk menyembuhkan.
Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan hidup dan nasibnya masing-masing. Benar. Tapi, apabila nyawa manusia dipermainkan oleh sebuah RS yang dipercaya untuk menyembuhkan malah mempermainkan sungguh mengecewakan.
Semoga Allah memberikan hati nurani ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan kembali bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua yang tentunya suatu saat juga sakit dan membutuhkan medis. Mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang saya alami di RS Omni ini.
Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau dokter atau Manajemen RS Omni. Tolong sampaikan ke dr G, dr H, dr M, dan Og bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi perusahaan Anda. Saya informasikan juga dr H praktek di RSCM juga. Saya tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini.
Salam,
Prita Mulyasari
Alam Sutera
prita.mulyasari@ yahoo.com
081513100600</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Geregetan memang mengikuti kasus Omni yang jauh dari embel-embel Internasional itu. </p>
<p>Ini email Ibu Prita:<br />
Jangan sampai kejadian saya ini akan menimpa ke nyawa manusia lainnya. Terutama anak-anak, lansia, dan bayi. Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan.<br />
Saya tidak mengatakan semua RS international seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni International. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB. Saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala datang ke RS OMNI Internasional dengan percaya bahwa RS tersebut berstandard International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus.<br />
Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah thrombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000. Saya diinformasikan dan ditangani oleh dr Indah (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. dr I melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000.<br />
dr I menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan. Tapi, saya meminta referensi darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini. Lalu referensi dr I adalah dr H. dr H memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah.<br />
Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau izin pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa. Keesokan pagi, dr H visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam. Bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?). Saya kaget tapi dr H terus memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan yang saya tidak tahu dan tanpa izin pasien atau keluarga pasien.<br />
Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap masih sama dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah. Saya sangat khawatir karena di rumah saya memiliki 2 anak yang masih batita. Jadi saya lebih memilih berpikir positif tentang RS dan dokter ini supaya saya cepat sembuh dan saya percaya saya ditangani oleh dokter profesional standard Internatonal.<br />
Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik tidak ada keterangan apa pun dari suster perawat, dan setiap saya meminta keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Lebih terkesan suster hanya menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya. Satu boks lemari pasien penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak ampul.<br />
Tangan kiri saya mulai membengkak. Saya minta dihentikan infus dan suntikan dan minta ketemu dengan dr H. Namun, dokter tidak datang sampai saya dipindahkan ke ruangan. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa. Setelah dicek dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr H saja.<br />
Esoknya dr H datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk memberikan obat berupa suntikan lagi. Saya tanyakan ke dokter tersebut saya sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan berarti bukan kena demam berdarah. Tapi, dr H tetap menjelaskan bahwa demam berdarah tetap virus udara. Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan kembali diberikan suntikan yang sakit sekali.<br />
Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun hanya berkata menunggu dr H saja.<br />
Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus. Padahal tangan kanan saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya. Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan suntikan dan obat-obatan.<br />
Esoknya saya dan keluarga menuntut dr H untuk ketemu dengan kami. Namun, janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak saya menuntut penjelasan dr H mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab awal yang 27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam riwayat hidup saya belum pernah terjadi. Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri.<br />
RE: Isi email Prita Mulyasari<br />
Email Bagian 2<br />
dr H tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan. Dokter tersebut malah mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan kembali dan menyuruh tidak digunakan infus kembali. Kami berdebat mengenai kondisi saya dan meminta dr H bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja. dr H menyalahkan bagian lab dan tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan.<br />
Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan saya juga mulai membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat. Namun, saya tetap tidak mau dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS lain. Tapi, saya membutuhkan data medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan diberikan data medis yang fiktif.<br />
Dalam catatan medis diberikan keterangan bahwa bab (buang air besar) saya lancar padahal itu kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak ada follow up-nya sama sekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah hasil thrombosit saya yang 181.000 bukan 27.000.<br />
Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000. Kepala lab saat itu adalah dr M dan setelah saya komplain dan marah-marah dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di Manajemen Omni. Maka saya desak untuk bertemu langsung dengan Manajemen yang memegang hasil lab tersebut.<br />
Saya mengajukan komplain tertulis ke Manajemen Omni dan diterima oleh Og(Customer Service Coordinator) dan saya minta tanda terima. Dalam tanda terima tersebut hanya ditulis saran bukan komplain. Saya benar-benar dipermainkan oleh Manajemen Omni dengan staff Og yang tidak ada service-nya sama sekali ke customer melainkan seperti mencemooh tindakan saya meminta tanda terima pengajuan komplain tertulis.<br />
Dalam kondisi sakit saya dan suami saya ketemu dengan Manajemen. Atas nama Og (Customer Service Coordinator) dan dr G (Customer Service Manager) dan diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi dengan saya.<br />
Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta surat pernyataan dari lab RS ini mengenai hasil lab awal saya adalah 27.000 bukan 181.000. Makanya saya diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya masih bisa rawat jalan.<br />
Tanggapan dr G yang katanya adalah penanggung jawab masalah komplain saya ini tidak profesional sama sekali. Tidak menanggapi komplain dengan baik. Dia mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr M informasikan ke saya. Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen, dan dr H. Namun, tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan ke atas (Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore.<br />
Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi saya dimasukkan dalam ruangan isolasi karena virus saya ini menular. Menurut analisa ini adalah sakitnya anak-anak yaitu sakit gondongan namun sudah parah karena sudah membengkak. Kalau kena orang dewasa laki-laki bisa terjadi impoten dan perempuan ke pankreas dan kista.<br />
Saya lemas mendengarnya dan benar-benar marah dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan analisa sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami sesak napas. Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini dan memang saya tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga terjadi sesak napas.<br />
Suami saya datang kembali ke RS Omni menagih surat hasil lab 27.000 tersebut namun malah dihadapkan ke perundingan yang tidak jelas dan meminta diberikan waktu besok pagi datang langsung ke rumah saya. Keesokan paginya saya tunggu kabar orang rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang datang dari Omni memberikan surat tersebut.<br />
Saya telepon dr G sebagai penanggung jawab kompain dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah saya. Namun, sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum ada juga yang datang ke rumah saya. Kembali saya telepon dr G dan dia mengatakan bahwa sudah dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah.<br />
RE: Isi email Prita Mulyasari<br />
Email Bagian 3 (tamat)<br />
Ini benar-benar kebohongan RS yang keterlaluan sekali. Di rumah saya tidak ada nama Rukiah. Saya minta disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan waktu yang lama. Logikanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat tertujunya ke mana kan ? Makanya saya sebut Manajemen Omni pembohon besar semua. Hati-hati dengan permainan mereka yang mempermainkan nyawa orang.<br />
Terutama dr G dan Og, tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan customer, tidak sesuai dengan standard international yang RS ini cantum.<br />
Saya bilang ke dr G, akan datang ke Omni untuk mengambil surat tersebut dan ketika suami saya datang ke Omni hanya dititipkan ke resepsionis saja dan pas dibaca isi suratnya sungguh membuat sakit hati kami.<br />
Pihak manajemen hanya menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak disebutkan mengenai kesalahan lab awal yang menyebutkan 27.000 dan dilakukan revisi 181.000 dan diberikan suntikan yang mengakibatkan kondisi kesehatan makin memburuk dari sebelum masuk ke RS Omni.<br />
Kenapa saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut? Karena saya ingin tahu bahwa sebenarnya hasil lab 27.000 itu benar ada atau fiktif saja supaya RS Omni mendapatkan pasien rawat inap.<br />
Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah fiktif dan yang sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani dengan baik.<br />
Saya dirugikan secara kesehatan. Mungkin dikarenakan biaya RS ini dengan asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil limit asuransi saya semaksimal mungkin. Tapi, RS ini tidak memperdulikan efek dari keserakahan ini.<br />
Sdr Og menyarankan saya bertemu dengan direktur operasional RS Omni (dr B). Namun, saya dan suami saya sudah terlalu lelah mengikuti permainan kebohongan mereka dengan kondisi saya masih sakit dan dirawat di RS lain.<br />
Syukur Alhamdulilah saya mulai membaik namun ada kondisi mata saya yang selaput atasnya robek dan terkena virus sehingga penglihatan saya tidak jelas dan apabila terkena sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup untuk menyembuhkan.<br />
Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan hidup dan nasibnya masing-masing. Benar. Tapi, apabila nyawa manusia dipermainkan oleh sebuah RS yang dipercaya untuk menyembuhkan malah mempermainkan sungguh mengecewakan.<br />
Semoga Allah memberikan hati nurani ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan kembali bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua yang tentunya suatu saat juga sakit dan membutuhkan medis. Mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang saya alami di RS Omni ini.<br />
Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau dokter atau Manajemen RS Omni. Tolong sampaikan ke dr G, dr H, dr M, dan Og bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi perusahaan Anda. Saya informasikan juga dr H praktek di RSCM juga. Saya tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini.<br />
Salam,<br />
Prita Mulyasari<br />
Alam Sutera<br />
prita.mulyasari@ yahoo.com<br />
081513100600</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di FATWA MUI &#8216;ROKOK&#8217; KHARAM oleh mmursyidpw</title>
		<link>http://bahtiyarzulal.wordpress.com/2008/08/13/fatwa-mui-rokok-kharam/#comment-42</link>
		<dc:creator>mmursyidpw</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 16:33:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bahtiyarzulal.wordpress.com/?p=13#comment-42</guid>
		<description>Cuaca di Sengare emang uenak nggo ngrokok, Pak.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Cuaca di Sengare emang uenak nggo ngrokok, Pak.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di GAZA MENANGIS oleh mmursyidpw</title>
		<link>http://bahtiyarzulal.wordpress.com/2009/01/17/gaza-menangis/#comment-41</link>
		<dc:creator>mmursyidpw</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 16:22:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bahtiyarzulal.wordpress.com/2009/01/17/gaza-menangis/#comment-41</guid>
		<description>Apa beda manusia dengan binatang?

Ketika manusia telah hilang rasa simpati
akal penuh sesak rasa benci
menjunjung tinggi kebenaran nisbi
berbangga hati bisa bikin orang lain mati

Masihkah sebutan manusia layak disandang oleh yahudi?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Apa beda manusia dengan binatang?</p>
<p>Ketika manusia telah hilang rasa simpati<br />
akal penuh sesak rasa benci<br />
menjunjung tinggi kebenaran nisbi<br />
berbangga hati bisa bikin orang lain mati</p>
<p>Masihkah sebutan manusia layak disandang oleh yahudi?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di GALAU oleh Zulmasri</title>
		<link>http://bahtiyarzulal.wordpress.com/2008/12/23/galau/#comment-40</link>
		<dc:creator>Zulmasri</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Jan 2009 07:16:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bahtiyarzulal.wordpress.com/2008/12/23/galau/#comment-40</guid>
		<description>hilangkan galau yg ada, selalu optimis menghadapi semua persoalan.

o ya, ikut berduka atas berpulangnya sang bapak. semoga arwah alm mendapat tempat terbaik. amin</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hilangkan galau yg ada, selalu optimis menghadapi semua persoalan.</p>
<p>o ya, ikut berduka atas berpulangnya sang bapak. semoga arwah alm mendapat tempat terbaik. amin</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di SEKALI LAGI TENTANG POLIGAMI oleh poligami pro dan kontra</title>
		<link>http://bahtiyarzulal.wordpress.com/2008/11/08/poligami/#comment-39</link>
		<dc:creator>poligami pro dan kontra</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Dec 2008 17:17:48 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bahtiyarzulal.wordpress.com/2008/11/08/poligami/#comment-39</guid>
		<description>lebih seru poli pantai atau poligami?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>lebih seru poli pantai atau poligami?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di LEMBUTNYA HATIMU oleh muhammadzaidan</title>
		<link>http://bahtiyarzulal.wordpress.com/2008/10/11/lembutnya-hatimu/#comment-37</link>
		<dc:creator>muhammadzaidan</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Nov 2008 06:15:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bahtiyarzulal.wordpress.com/2008/10/11/lembutnya-hatimu/#comment-37</guid>
		<description>intip blog saya yah http://www.muhammadzaidan.wordpress.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>intip blog saya yah <a href="http://www.muhammadzaidan.wordpress.com" rel="nofollow">http://www.muhammadzaidan.wordpress.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di SEKALI LAGI TENTANG POLIGAMI oleh Zulmasri</title>
		<link>http://bahtiyarzulal.wordpress.com/2008/11/08/poligami/#comment-36</link>
		<dc:creator>Zulmasri</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 08 Nov 2008 18:02:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bahtiyarzulal.wordpress.com/2008/11/08/poligami/#comment-36</guid>
		<description>o ya, koreksi dikit boleh ya.
yg betul media massa (dua huruf s). kalau masa artinya sama dg waktu, massa=orang banyak. kalau istilah dlm fisika saya serahkan ahlinya saja.

o ya, kapan neh rencana poligaminya? saya tunggu undangannya. pak musafak siap jadi penghulunya, yg konon kabarnya mau poligami juga. kalau pak safak poligami, penghulunya siapa ya? apa pak rohim?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>o ya, koreksi dikit boleh ya.<br />
yg betul media massa (dua huruf s). kalau masa artinya sama dg waktu, massa=orang banyak. kalau istilah dlm fisika saya serahkan ahlinya saja.</p>
<p>o ya, kapan neh rencana poligaminya? saya tunggu undangannya. pak musafak siap jadi penghulunya, yg konon kabarnya mau poligami juga. kalau pak safak poligami, penghulunya siapa ya? apa pak rohim?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di JIKA AKU NADHIYIN PARTAI APA YANG KUPILIH? oleh musafak</title>
		<link>http://bahtiyarzulal.wordpress.com/2008/09/19/jika-aku-nadhiyin-partai-apa-yang-kupilih/#comment-25</link>
		<dc:creator>musafak</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Sep 2008 06:14:38 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bahtiyarzulal.wordpress.com/2008/09/19/jika-aku-nadhiyin-partai-apa-yang-kupilih/#comment-25</guid>
		<description>Sy termasuk org yg bingung menjelang PEMILU 2009. Terlalu semrawut dunia politik. Penuh intrik dan tipu muslihat. Terjun ke politik harus siap jadi munafik. Masya Allah. 
 
Mungkinkah golput adalah alternatif terbaik?
Andai seluruh masyarakat Indonesia golput tentu akan indah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sy termasuk org yg bingung menjelang PEMILU 2009. Terlalu semrawut dunia politik. Penuh intrik dan tipu muslihat. Terjun ke politik harus siap jadi munafik. Masya Allah. </p>
<p>Mungkinkah golput adalah alternatif terbaik?<br />
Andai seluruh masyarakat Indonesia golput tentu akan indah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di JADI GURU APA ENAKNYA? oleh Arif Darmawan</title>
		<link>http://bahtiyarzulal.wordpress.com/2008/07/30/jadi-guru-apa-enaknya/#comment-24</link>
		<dc:creator>Arif Darmawan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 15 Sep 2008 09:23:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bahtiyarzulal.wordpress.com/?p=10#comment-24</guid>
		<description>maaf Pak. ikut kenalan sekalian promosi.
Perkenalkan kami dari PT. Software Farmer Indonesia yang bergerak di bidang Pemasaran dan Implementasi untuk Produk dan Jasa Software berbasis Data Capturing &amp; Document Management System. 

Salah satu produk kami adalah smartmarkreader (SMR), software untuk desain dan koreksi LJK. Sudah terbukti untuk UAN, UASBN Jatim dan ujian yang lain.

Salam kami,

Arif Darmawan
Customer Service Manager
PT. Software Farmer Indonesia
http://smartmarkreader.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>maaf Pak. ikut kenalan sekalian promosi.<br />
Perkenalkan kami dari PT. Software Farmer Indonesia yang bergerak di bidang Pemasaran dan Implementasi untuk Produk dan Jasa Software berbasis Data Capturing &amp; Document Management System. </p>
<p>Salah satu produk kami adalah smartmarkreader (SMR), software untuk desain dan koreksi LJK. Sudah terbukti untuk UAN, UASBN Jatim dan ujian yang lain.</p>
<p>Salam kami,</p>
<p>Arif Darmawan<br />
Customer Service Manager<br />
PT. Software Farmer Indonesia<br />
<a href="http://smartmarkreader.com" rel="nofollow">http://smartmarkreader.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
