SATU JAM PERTAMA DARI PERJALANAN ” TERAHIR-KU “

Sengaja aku bangun lebih pagi dari biasanya hari ini, karena aku ingin sampai ke tempat kerja lebih awal dari biasanya dan aku ingin memastikan saat sampai di sana belum ada satu temanpun yang datang mendahuluiku. Setelah sampai di sekolah aku ingin melihat satu-persatu dari seluruh bagian tempatku bekerja ini, tidak boleh ada yang tertinggal dan tersisa, semua harus pernah ku lihat, aku ingin jika suatu saatnya nanti tiba , semua pertanyaan tentang tempat ini dapat aku jawab dengan utuh dan benar, dan aku juga tidak ingin dilihat orang bahwa sebenarnya aku ini orang cengeng yang begitu rapuh.
Dingin sekali udara pagi ini, di Talun pasti lebih dingi lagi ? kataku dalam hati saat mau berangkat, anak-anakku belum ada yang bangun, biasanya kalau aku mau berangkat terutama yang ragil selalu minta salim dulu untuk mengucapkan selamat jalan dan… dada abah..! meskipun terasa ada yang kurang dalam acara keberangkatanku pagi ini tetap saja kutekan agar tidak masuk pikiran, nanti dia bangun pasti bertanya pada ibunya tentang bapaknya yang berangkat tidak pamitan, biasanya dia akan protes dan pulangnya aku pasti di intrograsi panjang lebar, dan aku harus dapat memberi pencerahan yang dapat diterimanya, aahhh sudahlah…!!
Akupun berangkat, jalanan masih sepi, biasanya didepan pasar Kesesi itu jika aku berangkat ramee sekali, sampai macet (kayak di Jakarta saja), sampai jalan alun-alun Kajen suasananya masih sama hanya ada beberapa orang yang lewat dan orang yang sedang olah raga lari pagi, sampai masuk jalan pertigaan kota Karanganyar mulai terasa udara dingin menembus jaket, walaupun sudah pakai jaket kulit yang dikancing rapat, kepala dibungkus rapat, tangan dibalut rapat (sampai mirip lemper) tapi tetap saja dinginnya menembus sampai ke kulit. sampailah di kota doro, tahu gak apa yang membedakan udara di kota doro dengan di tempat lain ? yaitu bau udaranya, udara di kota Doro baunya duren apalagi jika masuk puncaknya musim duren, tapi sayangnya aku cuma suka baunya saja, alias belum doyan makan buah duren, cerita awalnya dulu kenalan dengan duren pertama kali duren kalimantan sih..! yang baunya lebih kenceng lagi, tapi gak apa-apa tetap akan saya coba ” selama masih hidup akan aku coba makan duren..! tidak pernah putus asa…! merdeka..!!”. dan ahirnya sampailah di desa Kalireja yang sering aku sebut dengan ” Pintu gerbang negeri atap langit..! hahaha…! biasanya aku disisni berhenti sebentar kareana menunggu salah satu penggemarku yang selalu setia (gr ), ini salah satu yang membuat aku sedikit dapat mengurangi kepenatan di perjalanan sebelumnya, biasanya aku jalannya lebih santai sambil menikmati pemandangan pegunungan dan diselingi ngobrol ngalor ngidul tentang… ya…? banyak lah ! pokoknya udaranya jadi sedikit tambah hangat.. apalagi kalau kebetulan jalannya sedang menukik turun dengan tajam…(guyon kok..!)
Setelah naik gunung… turun lembah… dengan jalan yang berbatu dan berliku dan diselingi suara motorku yang mengerang-ngerang ahirnya sampai juga aku di desa sengare… aku harus berhenti sebentar untuk menurunkan barang titipan orang… baru aku teruskan ke tempat kerjaku
Dan ahirnya sampai juga, ketika kulihat jam di hp ternyata perjalanan yang aku tempuh memerlukan waktu satu setengah jam… suatu perjalanan yang cukup melelahkan… beginilah perjalanan yang harus aku lakukan setiap hari bersama sebagaian besar teman di tempat ini, itu juga yang membuat mengapa bekerja di tempat ini stamina adalah sesuatu yang menjadi begitu penting untuk di jaga, jatuh bangun diperjalanan adalah sesuatu yang lumrah dan hampir pernah dialamai oleh setiap orang, apalagi jika sudah tiba musim penghujan, bukan hanya menghadapi perjalanan yang begitu jauh, jalan yang berbatu dan berliku yang nyaris tak tersentuh perbaikan tapi juga menghadapi banjir dan hujan apalagi dimusim seperti tahun ini yang kondisinya hampir tidak dapat diperkirakan, tapi tetap saja kami selalu mencoba untuk tetap bersabar dan tidak mengeluh, mungkin selain karena rasa tanggung jawab yang telah kami sepakati dengan Tuhan, rasa kerinduan pada semangat anak-anakku untuk mendapatkan ilmu adalah sesuatu yang memberikan kekuatan hati dan jiwa kami…! ( Ya Allah jadikanlah anak-anakku itu kelak menjadi orang… yang seluruh hidupnya hanya untuk mengabdi kepadaMu..! mungkin itu doa yang sering kami sampaikan dalam hati setiap hari diperjalan..)
Gerbang besi ber cat hijau tua yang mulai mengelupas itu biasanya yang pertama menyambutku, pintunya jarang di tutup aplagi dikunci, mungkin ini sebagai cermin keterbukaan atau kerinduan yang taktertahankan pada orang-orang yang rela datang dengan membawa cinta sepenuh ” HATI ” (mungkin hati anak-anakku seperti pintu gerbang itu, saat menunggu gurunya datang di setiap pagi hari, dengan rasa was-was, dag-dig-dug dalam ketidakpastian, datang? tidak? datang? tidak? ).
Setelah aku parkirkan motor, sengaja aku tidak masuk ruangan dulu aku pandangi seluruh arah mata angin dari bagian tempat tertinggi, di sebeleh timur itu terdapat kebun yang mirip hutan cagar alam suaka marga satwa dari tempat itu selalu terdengar suara hewan entah apa namanya! mungkin sejenis belalang, yang jika di dengarkan dengan seksama mirip nyanyian orkestra..! apalagi kalau sedang turun kabut… mereka sangat bersemangat memainkannya, ( kadang aku bertanya dalam hati, apa nadanya Bhetoven atau John subastian bach itu seperti itu pa ya? – dasar anak kampung gak punya jiwa seni..! menghayal saja salah apalagi berpikir ? hahaha..! nasib… nasib….) dan di sebelah utara(menurutku), nah ini dia tempat paling nyaman untuk mencari inspirasi dari inspirasi yang paling indah sampai yang paling norak, di depan mataku terbentang luas hampir tak terhingga pemandangan yang begitu menakjubkan, mirip hamparan karpet hijau yang bergelombang di sana-sini, saya yakin tidak banyak orang yang tahu tentang pemandangan indah ini, orang sengare sekalipun..! rasanya separuh dari tanah pekalongan dapat diamati dari tempat ini, waow..!, kadang di tempat ini aku suka berkhayal yang aneh-aneh, andaikan aku bisa terbang..! andaikan aku leonardo de caprio dan kate winslet… yang di dek depan kapal titanic itu…! dan timbullah khayalan bercabang… kate winsletnya siapa ya..? dicari dulu pa ya ? ( eh.. mau selingkuh ? ).
Di sebelah barat..? adalah mewakili hampir sebagian besar kondisi bangunan di tempat ini, ya Tuhaaan…! pemandangannya mirip sekali dengan nasibnya mbak ” Prita mulyasari ” nasibnya begitu memilukan..! teraniaya…! dipandang rendah…! dihina…! oleh orang-orang yang merasa dirinya jadi ” Tuhan “, Aku pernah begitu protes dengan semua itu… bahkan sempat … ” , tunjukKAN padaku, apa yang hendak Kau lakukan kepada orang-orang yang berbuat zdalim itu..!! yang telah berbuat tidak adil… yang telah menghina milikMU juga diriMU.. tapi hanya dalam hati tok.!! aku tidak bisa bercerita banyak tentang sebelah barat itu… karena selalu tidak tahan…(next..)

Iklan

4 respons untuk ‘SATU JAM PERTAMA DARI PERJALANAN ” TERAHIR-KU “

Add yours

    1. Yaaah… kalirejo masih seperti yang dulu… kebun teh… hawa dingin..! lha nginep di kalirejo kok sampek sebulan itu dalam rangka apa ? KKn pa ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

Atas ↑