MUDIK YUK..!

"mantan pacar"
mantan pacar terahir
Peribasa mengatakan ” Setinggi-tinggi bangau tebang ahirnya kembali ke danau juga ” mungkin orang yang membuat peribahasa ini sama dengan 4,2 juta orang di jakarta yang diperkirakan akan mudik di tahun ini. Walaupun aku tidak tinggal di jakarta tapi aku mungkin termasuk orang yang memiliki pola pikir yang hampir sama dengan orang-orang itu. Mungkin banyak juga orang yang bertanya-tanya, Mengapa orang-orang itu melakukan mudik ? Apa untungnya ? Apa enaknya ? Bukankah itu jika dinilai dari ilmu ekonomi adalah pemborosan ! kenapa mereka ” seolah-olah ” tidak mau menerima penjelasan yang berkaitan dengan untung ruginya melakukan mudik, bahkan yang paling rasional sekalipun!

Mungkin aku dapat memberikan sedikit gambaran tentang tradisi mudik, siapa tahu hal ini dapat mewakili banyak orang atau sedikitnya mewakili aku sendiri.
Aku dilahirkan di dukuh Tegalpare desa Sumberberas kecamatan Muncar Kabupate Banyuwangi Jawa timur, Penduduk desaku jumlahnya sangat besar mungkin mencapai 20.000 lebih, itu yang tercatat pada daftar hak pilih pelihan kepala desa sepuluh tahun yang lalu, dan perkiraanku lebih dari sepertiga dari penduduk saat itu tidak terdaftar termasuk aku, karena ada di perantauan, jadi desaku seperti desa raksasa yang yang ada di pedalaman propinsi Jawa timur karena hanya memiliki satu akses jalan arah ke barat saja, ke timur selat Bali keselatan Hutan cagar alam suaka margasatwa Baluran ke utara laut juga. Sebenarnya tipe penduduk desaku adalah tipe ” politisi ” mungkin kecuali aku, karena hampir setiap terjadi gonjang-ganjing masalah politik baik yang lokal maupun yang terjadi di Jakarta selalu mampir di kampung halamanku yang merupakan bagian dari ” tapal kuda hijau “, dari kasus yang begitu memilukan tahun 1965, kasus pemilu tahun 1977, kasus dukun santet sampai kasus ninja, yang semua traumanya masih belum hilang dari ingatan orang-orang di desaku. itu adalah salah satu dari beberapa sebab yang membuat mengapa orang-orang desaku banyak di perantauan tetapi tidak sanggup melepaskan keterikatannya dengan tanah kelahirannya, jadi seperti rasa nasionalisme kecil ( miniatur nationalisme ).

Mereka termasuk aku adalah orang-orang yang begitu mencintai dan begitu bangga dengan tanah kelahirannya, bahkan andaikan mereka tidak sanggup lagi pulang ke tanah kelahirannya, mereka akan meninnggalkan paling tidak satu anak untuk tinggal di desa kelahiran ayahnya sebagai penyambung ” trah ” agar tidak terputus sama sekali dengan tanah tumpah darahku/nya dan itu juga yang tertanam di kepalaku.

Orang-orang di desaku umumnya adalah keluarga besar, begitu juga dengan keluargaku, kakek nenekku dari pihak bapak adalah orang Rembang dan Bojonegoro dengan delapan orang anak dan kakek nenekku dari pihak ibu adalah orang Kediri dan Ponorogo dengan duabelas anak, cucu dari keduanya lebih dari enampuluh orang yang tersebar dari Riau sampai Papua, dari semua itu mungkin hanya sekitar separuh saja yang mungkin aku mengenalnya, walaupun aku sudah pernah tinggal di Banyuwangi, Kediri, Nganjuk, Semarang, Rembang juga Palembang dan sekarang di pekalongan, itu belum membuat aku mengenal semua sauudaraku dari tingkat satu moyang( jawa:mindoan ). Itulah alasan lain kenapa aku tetap memiliki rasa ” Wajib Mudik ” karena itulah satu-satunya kesempatan aku bertemu keluarga, saudara dan tentunya teman.

Jika dilihat kalender pendidikan mungkin libur lebaran dimulai tanggal 24 agustus 2011, artinya mungkin aku berangkat pada hari kamis tanggal 25 agustus 2011 jam 03.00 wib setelah makan sahur, dengan perkiraan lalu lintas pantura pada jam-jam itu relatif sepi terutama dari pemudik bersepeda motor yang biasanya berkonvoi dalam jumlah yang sangat besar, dan jika jalan pati-rembang sudah selesai pelebarannya maka aku perkirakan akan sampai di Jegulo, Rengel, Tuban pada pagi hari, untuk transit di rumah Pakde Tamzis, dan akan aku lanjutkan perjalanan di pagi hari sehingga sampai banyuwangi sekitar jam 18.00 sore.

abisexy

A.Persiapan
Beberapa hal yang perlu dipersiapkan adalah :
1.Kendaraan
a.Service : Pengapian, karburator, kabel instalasi, kaki
b.Cairan : Oli ( mesin, rem, gardan, kopling ), Air ( radiator, sweeper, accumulator )
c.Toolset : harus lengkap termasuk karet pentil, gunting, senter, dan jangan lupa coil dan platina cadangan
d.dan lain-lain : sekring, lem besi, bohlam, kain lap tebal, tembakao (selalu ada..!)
2.Yang ada di dalam kendaraan
a.dongkrak buaya, pompa, kunci roda, payung, kompas, dan peta jalan (minta di pos mudik/print dewe dari google map)
b.PPPK lengkap
c.Segi tiga dan lakban
d.air mineral galon dan isi ulang
e.Kasur, bantal, selimut, termos,obat nyamuk oles,topi rimba,kopor pakean,oleh-oleh, makanan,makanan kecil yang banyak, mainan (termasuk boneka), HP memorinya di isi full, kipas (elektrik dan manual), sandal jepit, perlengkapan mandi, celana kolor dan T-sert komplit, saputangan (untuk muka, kaca mata dan kaca kendaraan ), roll tissue, karpet, kamera, alat tulis, flas disk, semua kabel USB, cengger HP dan jangan lupa rokoknya laki-laki..!

karuniaku
karuniakunansexy

B.Orangnya
1.Fisik
a.Cek kesehatan
b.Service body: cukur semua rambut, potong kuku, mandi dan buang air sebelum berangkat, pakai kaos dan celana kolor plus topi rimba.

Oh ya..! sedikit cerita pengalaman mudik tahun lalu yang begitu memilukan..? hahahah…
Ketika melakukan perjalanan mudik tahun lalu saat sampai di kota Probolinggo sempat di cegat oleh banyak polisi, untung ada Perwiranya !, kalau gak? bisa di tembak mati aku gara-gara jam 12 malam mau nabrak Polisi..!, maaf ya Pak Polisi, bagaimana saya gak kaget? seumur-umur baru kali ini ngalami yang beginian, lha malam-malam megitu kok di hadang Polisi sebanyak itu, ada 15 orang kali, tambah wartawannya ada 20 orang kali, lagian tu anak buahnya nanyanya main bentak doang, aku kan.. kan… jadi ge-ro-gi..!!), sampai banyuwangi aku jadi tertawa sendiri jika ingat yang ditanyakan para Bapak Polisi itu, bagaimana tidak, coba bayangkan ketika bapak teriak ,keluar semua..! buka baju..!Lha wong kami sudah gak pakek baju semua…!! ( pakek celana kolor doang..!?), lagian.. bapak juga tanya, kenapa STNKnya banyak..?? (maaf Pak polisi.. pertanyaan itu hampir saja saya jawab…Mobil saya banyak kok pak..!!, tapi saya urungkan takut kena tempeleng.. karena liat muka bapak yang agak jengkel gara-gara hampir saya tabrak..!, jadi begini lho pak Polisi… ceritanya waktu itu saya kan bareng dengan adik saya (yang gendut seperti kingkong itu..!), yang baru pulang dari kualalumpur (malysia orang jalan di kiri apa kanan sih?), lha saya kan sudah nyetir seharian dari pekalongan-Surabaya maksud saya dia saya suruh ganti malamnya dari surabaya-Banyuwangi, dan saya juga tidak tahu kalau dia itu tidak punya SIM, lha wong dia sering cerita kalau di Palembang sering setir mobil, tahu saya dia punya..! ternyata tidak..!! ketika sekitar jarak 20 meteran dia kelihatannya tahu kalau mau di stop sama polisi, dianya panik, minta nyetirnya diganti dulu dengan tidak usah berhenti karena sudah tanggung…! ketika saya dan dia mau tukar tempat duduk…??? lha dia lupa kalau perutnya buncit begitu…jadinya tidak cukup to..!! itulah kenapa Bapak-bapak mau saya tabrak..!, tapi barani suwer deh pak..! dia tidak sengaja mau nabrak..!,itulah kenapa ketika bapak tanya..kenapa nyetirnya mau diganti..? saya jawab sekenanya : saya capeeek…pak.!!,tapi untungnya ada pak komandan.. yang mengijinkan saya untuk melanjutkan perjalan…!.
Makanya lewat tulisan ini saya ingin menyampaikan..
Pertama: Saya yang salah.. karena naik kendaraan dengan sopir yang tidak punya SIM, yang
Kedua: Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak karena saya telah dingatkan tentang berlalu lintas yang benar… dan
Ketiga : Ketika saya sudah pulang ke Pekalongan baru ingat.. jika hari itu adalah hari dilaksanakannya ekskusi mati bagi pelaku…??? oooo…!


tugubatas

Di kota Tuban ini, 25 tahun yang lalu, aku punya sedikit kenangan, aku pernah hampir kehabisan uang ketika hendak dolan ke Semarang. Ketika itu sekitar jam enam sore aku sampai di terminal tuban (terminal lama: yang gandeng pantai ) uang di saku tinggal tiga ribu rupiah, jika digunakan ongkos naik bis paling-paling sampai kota lasem, dan ahirnya aku tidur di terminal, saat bangun jam tiga pagi aku melihat ada tiga rombongan mobil setengah jadi ( hanya ada kepalanya doang yang belakangnya ditutup kain, dan tidak ada ekor/gerobaknya, baru keluar/mau masuk karoseri kali) yang kemudian aku temui sopirnya dan bilang terus terang ” Mas… maaf saya mau minta tolong…! duit saya tinggal tiga ribu rupiah, boleh tidak saya numpang sampai Semarang..? dan jawabannya boleh…! ( Ya allah berkahilah orang itu dan keluarganya… amin..!)
nyampekbanyuwangi
bude

Yang ini budenya nia,sydne,reza dan fani, janjinya tahun depan mau dolan ke Pekalongan…
masfafa
dipelukmasfafa

Namanya panjaaang… banget..! Ainurrifa nurriya alfafa…
pakpuh
lbrnkupat

kepanasan
dibanyuwangi1

pltu

srbyzoo
dibanyuwangi

suromadu
dibanyuwangi

wasliatulazizah
dibanyuwangi

melmun
dibanyuwangi

Iklan

2 respons untuk ‘MUDIK YUK..!

Add yours

    1. Sama-sama pak Zul…! saya sekeluarga juga mengucapkan ” Selamat hari raya Idul fitri 1 sawal 1432 H ” minal ‘aidhin wal faizin mohon maaf lahir dan batin …

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

Atas ↑